Seulas tentang Bus Jogja

Posted by praftiwi on Wednesday, April 27, 2011

Dari belakangnya biasanya asap hitam mengepul, terkadang malah pekat banget.

Tak ayal kalo pikiran untuk memusnahkan makhluk-makhluk yang berkeliaran dijalanan ini muncul dalam pikiran

Jika dia melaju atau berlalu maka respon ketidaksesuaian selalu keluar dari system pernafasanku, ya nyesek ya batuk, dan masyaAllah polusinya itu bikin paranoid, takut muka kotor dan juga takut kandungan unsur serta senyawa berbahaya yang dikeluarkannya bisa mengganggu fungsi-fungsi yang sinkron dalam tubuhku, OMG naudzubillah.

Dia juga makhluk. Diciptakannya makhluk pasti punya maksud. Mereka sebagian besar terlihat usang, rongsokan, dan mengganggu mata. Tapi aku gak tega membencinya. Terkadang atau bahkan sering aku membutuhkannya.

Lebay mungkin kalo aku bilang bahwa aku sudah merasa dekat dengan makhluk menyebalkan ini. Dia telah mengajariku banyak hal.

Aku memperoleh pelajaran tentang safety olehnya. Pernah seorang atau mungkin beberapa orang mengambil laptop dari tasku tanpa berkata apapun padaku apalagi minta izin. Hahaaa..

Pernah juga aku belajar rasa kasih darinya. Suatu hari aku sedang menunggunya seorang diri di depan jogja tronik. Sambil menunggu kuamati lalu-lalang didepanku. Terlihat sebuah sepeda melintas dijalanan itu. Seorang bapak, ibu, dan anaknya menaiki  sepeda itu. Yaa Allah sungguh besar jiwa mereka wahai pemilik jiwa. Dan anggapanku itu bukanlah sebuah sepeda merk yang memiliki ketahanan cukup bagus untuk dinaiki beban 100 kg. Semoga rahmat untuk keluarga tersebut duhai Tuhanku.

Suatu hari bersamanya aku berangkat kursus perancis. Dipinggir jalan beberapa Chinese yang tidak fasih bahasa negeri ini menyetopnya. Godean tujuan mereka. Namun oleh kondektur jalur 2 yang kunaiki itu mengatakan bahwa tidak ada yang menuju godean melewati  jalan ini jadi mereka harus transit dulu di perempatan mirota. “cih.. tega banget sih ini orang” pikirku dalam hati, karena jalur 15 yang menuju godean jelas-jelas melewati jalanan ini. Sungguh tega dia membohongi orang yang tidak tahu apa-apa.

Sang sopir telah berulang kali menyebut jalur 15 pada kondektur tapi kondektur itu tetap menaikan si Chinese-chinese tadi. Alhasil diperempatan mirota, chineses tersebut bertanya dimana mereka harus turun dan kemudian bus apa yang harus mereka ambil. Dan kemudian aku tahu bahwa ternyata sang kondektur benar-benar tidak mengetahui jalur 15 yang menuju godean. Dan dia tidak mengambil ongkos bayaran dari para Chinese tadi atas kesotoyannya. Padahal aku sudah sangat dongkol sebelumnya mengira si kondektur telah sengaja membohongi chineses itu.

masyaAllah aku tersenyum melihat kondektur itu begitu menyesal meminta maaf pada si cina-cina. Aku telah suudzon sebelumnya, aku Cuma bisa menambahi sedikiiiiiit ongkos lebih saat aku turun sebagai penebus rasa bersalahku.

Inilah beberapa untai pengalamanku saat bersama makhluk yang bernama bus kota jogja. Semoga yang menulis menyimpan hikmah ini dihatinya selalu.. ^^



blog comments powered by Disqus
tinggalkan komentar yaaa ^_^




Make a free website with Yola