Gak Semudah yang Dibayangkan

Posted by praftiwi on Saturday, May 14, 2011

Pada orang-orang aku sering bercerita tentang ini, tapi hanya Allah yang benar-benar tahu yang sebenarnya. Ini semua karena aku masih muda. Ini semua karena anugrah yang diberikanNya. Ini karena Dia dan harusnya, maunya, dan ku coba untuk Dia.

Senyum menyertai saat ku tatap cermin.. aku berdoa untuk sosok yang kulihat, aku akan menjaganya Pengasih.. Aku bahagia dengan pemberianMu ini. Tapi bolehkan aku menceritakan cobaan-cobaan yang menyertai anugrah-anugrahMu wahai Pengasih. Tapi bukan berarti Kau saja yang Mengetahui tidak cukup bagiku, tapi Kau Yang Maha lebih tahu.. aku, kecenderunganku, semua tentang aku.. Kau yang tahu.

Kemana melangkah, setidaknya dua bola mata akan mengikuti ku memperhatikan anugrah dariMu. Akan banyak yang membuat bayangan-bayangan tentang anugrah-anugrahMu itu. Pengasih, Kau lebih paham akan kebingungan yang kulanda. Aku meminta maafmu mohon ampuni aku untuk terkadang yang banyak yang sepertinya aku mengecewakanMu.

Banyak yang mengagumi, banyak yang kemudian mengungkapkan kekaguman itu. Beberapa kemudian mengusik hatiku, sedikit selanjutnya memperoleh beberapa posisi di hatiku. Terkadang aku tidak tega untuk tidak mengindahkan mereka. Tetapi terkadang terlalu tega untuk menyakiti mereka. Terkadang mereka hadir tidak hanya menawarkan suatu ungkapan rasa kagum.. terkadang dengan perngharapan lebih, dan aku takut dengan pengharapan mereka.. Pengasih akan terus tetap bersamaku, aku yakin itu.

Aku sadar koq, mereka datang itu bukan untuk aku melainkan untuk anugrah-anugrah yang kau sertakan padaku.. ya mereka mengagumiMu. Aku senang terkadang bisa membuat beberapa tersenyum hanya dengan keberadaan anugrahMu ini didekat mereka. Tapi itu terkadang juga menyakiti  anugrahMu yang lain yang justru jarang mereka indahkan, hatiku. Seolah-olah terkadang hanya prestige jika mereka berhasil  mendekati anugrahMu itu, tidakkah mereka sadar itu kadang menggoyahkan hati yang lemah tadi. Aku harus selalu siap mensupport hati  karena kadang si hati ini mencoba menuang kebajikan yang justru disalah arti sehingga ia dibuat terjajah. Aku terkadang tidak mengerti dengan maunya hati ini. Tapi aku akan selalu berkata untuk saat ini, Hatiku kamu harus siap dan kuat untuk dipersinggahi dan menjadi pelaluan pengamat-pengamat anugrahMu tadi.

Apa yang harus aku lakukan duhai pengasih.. ada saran sahabat yang berkata berikanlah dan percayakanlah itu pada seorang yang mampu menjaganya. Haaaha aku tertawa mendengar saran itu, karena yang menyarankan itu pun aku belum yakin beliau mampu menjaga dan memperlakukan anugrahMu seperti  aku yang telah menganggap ini satu bagiku. Ada saudara yang bilang nikmatin dan ambil benefitnya untuk semua.. tapi aku menggadai hati jika ikuti ini. Banyak yang berkata, biarkan lalui saja. Ya ya.. mari kawan kita berlalu dengan menuai beberapa jejak di anugrah yang lemah tadi, hati.

Tapi Pengasih aku masih seperti dulu koq, aku hanya mengharap yang datang dengan sedikit serpihan rasa kasihmu. Itu saja sudah cukup bagiku. Tapi untuk saat ini aku tidak bisa mengerti yang mana yang datang dengan serpihan itu, karena semua yang hadir masih terlihat sama bagiku.

Hmm.. kasihmu terlalu besar untuk aku merasa kekurangan kasih. Orang-orang terkasih yang menyertakan kasihnya selalu pun masih penuh serpihan kasih. Iyalah Pengasih, aku tetap sadar hatiku itu lemah karena masih ada serpihan kasih yang belum kembali padanya, padahal si hati itu tidak tahu dimana dan bagaimana dia akan menemui serpihan kecil itu. Aku akan berusaha menguatkan dia untuk terus melangkah pada arah Mu.  Pengasih tolong tuntun dia untuk berada dalam jalan kasihmu. Karena kasih besarMu tak mungkin aku relakan demi sebuah kasih kecil yang belum aku ketahui apa-apa prihalnya.   Jalan kami ini masih panjang untuk mencari mozaik serpihan kasih yang masih tercecer itu kan? dan lagi sekarang memang belum waktu yang ku harap untuk bertemu kasih kecil itu..



blog comments powered by Disqus
tinggalkan komentar yaaa ^_^




Make a free website with Yola