Napoleon pun bermain cinta

Posted by praftiwi on Thursday, May 5, 2011

Asyik juga baca kisah cintanya Napoleon. Aku jadi pingin mengutipnya beberapa disini. Ini aku ambil dari novel memoir-biografi sejarah Napoleon tulisan Felix Markham.

Sedikit perjalanan kisahnya begini:

Napoleon sempat bermaksud menikah dengan adik dari kakak iparnya, Desiree. Tapi orang tua Desiree hanya mengizinkan satu Bonaparte dalam keluarganya..

Napoleon bahkan ingin menikah dengan Madame Permon yang pernah menjadi sahabat ayahnya. Permon hanya tertawa ketika mengetahui niat Napoleon dan menjelaskan bahwa ia sudah setua ibunya

Napoleon menggambarkan atmosfer pikirannya kepada kakaknya Joseph, “perempuan ada dimana-mana. Kaum lelaki tergila-gila dan tak ada yang dipikirkan selain menghabiskan hidup bersama mereka. Di Paris seorang perempuan hanya butuh enam bulan untuk memahami hak dan kekuasaannya”.

Napoleon akhirnya menikah dengan Josephine, janda mendiang Vicomte de Beauharnais. “saya tidak hanya menyadari pesona feminitas. Saya tidak terusik dengan keberadaan perempuan. Secara alami ada perasaan malu di dalam diriku ketika berbaur dengan mereka. Madame Beauharnais, dialah perempuan pertama yang memberiku rasa percaya diri”.

Dalam memoarnya putri Josephine mengisahkan betapa Napoleon amat terpikat kepada ibunya.

Dari surat-surat awalnya kepada Josephine, terlihat Napoleon sedang dilanda cinta untuk pertama kalinya dalam hidupnya. “engkau telah menghuni hatiku. Engkaulah perempuan pertama dalam hidupku”.

Keduanya menikah pada 9 Maret 1796. Dua hari kemudian, mereka harus berpisah karena Napoleon ditunjuk untuk memimpin angkatan perang Italia. Bukan waktunya Josephine untuk mengikuti gelora perasaan. Dan bagi Napoleon, sikap Josephine yang terkesan cuek membuat cinta romantic Napoleon tertahan. Setelah banyak badai  terlewati, Josephine lebih melihat cinta sebagai sebentuk persahabatan dan toleransi yang bersifat mutual.

Napoleon mengakui, “disepanjang waktu, apa yang dikatakan Josephine adalah kebohongan, meskipun diungkapkan dengan elegan. Bisa saya katakan ia adalah perempuan yang paling saya cintai”.

Nah itu baru sedikit aja tuh. Dan kayaknya kutipan diatas belum bisa mewakili apa yg sebenarnya aku pikirin setelah membaca itu buku.. ya kalo mau ngutip banyak capek dong tanganku ngetiknya. Hehe.

Tapi singkatnya begini.. wanita itu hebat banget ya, orang sebesar pembuat sejarah, Napoleon pun juga mengalami yg biasa disebut oleh temen –temenku dengan istilah galau.. hahaha. Tapi kenapa ya, abis baca itu aku gak nangkep kesan cinta sejatinya Napoleon.. apa emang cerita kayak laila-majnun, romeo-juliet cuma sekedar  fiksi.. hmm..mungkin kali ya.. tapi gak tau juga ding, aku belum terlalu luas memandang dunia, apalagi soal sensitifan kayak begini. Ya kayak lagunya rosa aja deh “semoga kita akhirnya mendapatkan cinta yang tulus”. Jalan kita masih panjang. 



blog comments powered by Disqus
tinggalkan komentar yaaa ^_^




Make a free website with Yola