teruntuk cintaku yang telah tiada
Dan sekarang kisah yang sering ku dengar bukan lagi kisah-kisah cinta yang biasa ku baca sejak kecil.. no more Cinderella story.. tapi kisah fantasi entah kenapa selalu berbekas dalam ingatanku.. kacau..galau.. itu yang kurasakan bila teringat kisah-kisah fantasi favorit yang ku suka. Ingin sekali aku berada di negeri awan, bepergian menggunakan kendaraan awan yang lembut di bawah cerahnya mentari yang menyinari. Menuju sebuah kerajaan melayang yang terbuat dari kaca dimana air menjadi tirainya… kurancang tirainya mampu berubah otomatis sesuai keinginan hati pemiliknya… terkadang ku ingin tirai itu bening agar ku mampu menatap indahnya keluar istana,, terkadang ku ingin tirainya dari susu yang seolah mengalir lembut, hangat terasa menutupi ketika ku sedang bercengkrama dengan pangeran… terkadang tirai itu berubah seperti kapucino tatkala ku ingin menikmati romansa pesta dan cinta.
Dengan tangga-tangga berkilauan dari perak, bersama sang pangeran sering ku susuri menuruni tangga yang entah berapa anak tangga.. dan pilar-pilar istanaku sungguh indah, terbuat dari perpaduan batu-batu ametis-rubi yang kusuka, di sisi lain pilar terbuat dari giaok hijau yang indah, dan pilar tiap tangga terbuat dari fosil-fosil kayu yang berkilau, berwarna hitam… indah sekali…. Dan setiap ruangan berisi bunga-bunga yang indah, tapi yang paling indah tetaplah bunga yang ada dikamarku, bunga mawar biru pemberian dari pangeran.. semua perabot terbuat dari awan,, lembut sekali,,,terasa sangat hangat ketika kami menonton cuplikan cerita yang pernah kami lakoni…
Dengan pelayan-pelayan yang kecil yang bersayap, kami melewati hari-hari dengan saling tersenyum bersama, menyusun rencana menyusuri ruang dan waktu untuk bersilaturahmi ke koordinat istana sahabat yang lain…
(teruntuk cintaku…)
blog comments powered by Disqus

