sedikit ungkapan kasih untuk ibu

Posted by praftiwi on Monday, April 18, 2011
sejak kecil aku sering berspekulasi sendiri tentang ibuku. ibuku begini ibuku begitu ibuku menyebalkan ibuku lebay ibuku susah sekali mengerti aku dan ibuku suka melebihkan sesuatu. pikiran ini membuatku tersenyum sendiri beberapa waktu setelah berspekulasi ga jelas sendiri begitu. ya itu hanya sepintas pikiran egois seorang anak.
ibuku, seorang wanita yang cantik sekali semasa mudanya. aku sendiri pun iri akan kecantikannya sewaktu muda, apalagi kalo ayahku mulai berkata "ya, kau cantik tapi ibumu muda dulu lebih cantik". huaaaah aku begitu cemburu mendengarnya. hahahha. rasa cemburu plus bahagia karena ayahku masih memuji kecantikan ibuku walaupun kecantikan itu sudah mulai termakan usia. 
ibuku, seperti kebanyakan ibu lainnya, terlalu suka membesar-besarkan kehebatan anaknya. terkadang aku emosi sendiri dan ngambek sendiri sehabis mendengar dia memuji prestasiku sendiri (yang kadang dilebih-lebihkan) didepan teman-temannya. dan kalo sudah ngambek, wah makanan bikinannya selalu membuatku tidak sanggup untuk terbujuk menghilangkan rasa sebal yang ada.
masakan ibuku adalah masakan paling ngangenin seduuuuniaaa. hehe.
aku menyesal karena tak pernah mengakui itu didepannya. tapi ibuku sih kepedean banget, ngrasa masakannya udah paling enak aja, kan sebel sendiri liat dia kepedean begitu.
hmm.. ibu menspesialkan masakan kalo diantara kami mau menghadapi ujian. aku jadi teringat aku sempat membuatnya beraut muka agak sedih ketika dia membuatkan kue untukku saat mempersiapkan UN SMA, dan aku hanya sedikit sekali menyentuh kue itu. ibu sih, itu kue kan ayah yang suka, aku kan ga terlalu suka. hhee. sungguh aku nyesal bu. aku kangen ibu dan masakan ibu, juga omelan ibu.

hihiiiiy, ibuku suka sekali ngomel, begitulah kata adekku. ya hampir tiap hari pasti ada aja omelannya. haha. itu semua untuk kebaikan anak-anak bandelnya sih.
aku ingat kami jarang sekali mengungkapkan rasa kasih dengan kata-kata. mungkin ibuku belum pernah mendengar aku berkata "aku sayang ibu", bahkan pujian dari mulutku untuknya pun mungkin sangaaaaat jarang dia dengar. aku juga malu bercerita tentang 'perasaan anak muda' pada ibuku. tapi ya tanpa aku cerita terkadang dia berkomentar seolah tau apa yang aku rasakan.

kenapa tiba2 aku ingin menulis ini?.. kemarin tiba2 perutku nyeri luar biasa, sampe-sampe 15menit masuk kelas aku pun langsung keluar dan tak sanggup lagi kembali ke kelas, dan meminta seorang teman untuk segera mengantarku pulang.
sesampai dikostn, aku tidak tau harus bagaimana agar rasa sakit ini hilang. keringat dingin, pucat, bercampur jadi satu. aku berdoa pada pemilik jiwaku agar ini cepat berlalu. alhamdulillah sesaat kemudian aku tak sadarkan diri alias tertidur.
tak terasa senja tiba, aku terbangun oleh dering ponselku. 
aku bahagia, aku senang. dia sungguh tau. mendengar hangat suaranya membuat rasa sakit yang telah berkurang tadi menjadi hilang. ibu.. tanpa diberitahu dia selalu tau saat ku butuh dia. dan selalu ada untukku dengan kasih tulus yang teramat tulus. aku mencintaimu dan orang-orang yang mencintaimu ibu..
 



blog comments powered by Disqus
tinggalkan komentar yaaa ^_^




Make a free website with Yola